Arsip untuk ‘Uncategorized’ Kategori

Linux

Maret 7, 2008

LINUX atau GNU/Linux adalah sistem operasi bebas yang sangat populer.

Istilah Linux atau GNU/Linux (GNU) juga digunakan sebagai rujukan kepada keseluruhan distro Linux (Linux distribution), yang didalamnya selalu disertakan program-program lain yang mendukung sistem operasi ini. Contoh program-program tersebut adalah Server Web, Bahasa Pemrograman, Basis Data, Tampilan Desktop (Desktop Environment) (seperti GNOME dan KDE), dan aplikasi/software perkantoran (office suite) seperti OpenOffice.org, KOffice, Abiword, Gnumeric, dan lainnya. Distro Linux telah mengalami pertumbuhan yang pesat dari segi popularitas, sehingga lebih populer dari versi UNIX yang menganut sistem lisensi dan berbayar (proprietary) maupun versi UNIX bebas lain yang pada awalnya menandingi dominasi Microsoft Windows dalam beberapa sisi.

Linux mendukung banyak Perangkat keras Komputer, dan telah digunakan di dalam berbagai peralatan dari Komputer pribadi, Superkomputer dan Sistem Benam (Embedded System) (seperti Telepon Seluler Ponsel dan Perekam Video pribadi Tivo).

Pada mulanya, Linux dibuat, dikembangkan dan digunakan oleh peminatnya saja. Kini Linux telah mendapat dukungan dari perusahaan besar seperti IBM, dan Hewlett-Packard dan perusahaan besar lain. Para pengamat teknologi informatika beranggapan kesuksesan ini dikarenakan Linux tidak bergantung kepada vendor (vendor-independence), biaya operasional yang rendah, dan kompatibilitas yang tinggi dibandingkan versi UNIX proprietari, serta faktor keamanan dan kestabilannya dibandingkan dengan Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas keunggulan model pengembangan perangkat lunak sumber terbuka opensource software.

Sejarah

Kernel Linux pada mulanya ditulis sebagai proyek hobi oleh pelajar universitas Finland Linus Torvalds yang belajar di Universitas Helsinki, untuk membuat kernel Minix yang gratis dan dapat diedit. (Minix adalah projek pelajaran menyerupai UNIX dibuat untuk mudah digunakan dan bukannya untuk digunakan secara komersial.) Versi 0.01 dikeluarkan ke Internet pada September 1991, Versi 0.02 pada 5 Oktober 1991. [1]

Berikutnya, beribu-ribu penulis program sukarelawan seluruh dunia telah menyertai proyek ini.

Sejarah sistem operasi Linux berkaitan erat dengan proyek GNU, proyek program bebas freeware terkenal diketuai oleh Richard Stallman. Proyek GNU diawali pada tahun 1983 untuk membuat sistem operasi seperti Unix lengkap — kompiler, utiliti aplikasi, utiliti pembuatan dan seterusnya — diciptakan sepenuhnya dengan perangkat lunak bebas. Pada tahun 1991, pada saat versi pertama kerangka Linux ditulis, proyek GNU telah menghasilkan hampir semua komponen sistem ini — kecuali kernel. Torvalds dan pembuat kernel seperti Linux menyesuaikan kernel mereka supaya dapat berfungsi dengan komponen GNU, dan seterusnya mengeluarkan Sistem operasi yang cukup berfungsi. Oleh karena itu, Linux melengkapi ruang terakhir dalam rancangan GNU.

Walaupun kernel Linux dilisensikan di bawah GNU General Public License, ia bukannya sebesar dari proyek GNU.

Tux, seekor Pinguin, merupakan logo dan maskot bagi Linux. Linux adalah trademark (SN: 1916230) yang dimiliki oleh Linus Torvalds. Linux terdaftar sebagai “Program sistem operasi komputer bagi penggunaan komputer dan operasi”. Trademark ini didaftarkan setelah ada suatu kejadian di mana seorang pemalsu bernama William R Della Croce Jr mulai mengirim surat kepada para distributor Linux dan megklaim trademark Linux adalah hakmiliknya serta meminta royalti sebanyak 10% dari mereka. Para distributor Linux mulai mendorong agar trademark yang asli diberikan kepada Linus Torvalds. Pemberian lisensi trademark Linux sekarang dibawah pengawasan Linux Mark Institute.

Distribusi Linux

Terdapat banyak distribusi Linux (lebih dikenali sebagai Distro), yang dibuat oleh individu, grup, dan lembaga lain. Masing-masing disertakan dengan program sistem dan program aplikasi tambahan, disamping menyertakan suatu program yang memasang keseluruhan sistem dalam komputer baru (installer program).

Inti bagi setiap distribusi Linux adalah Kernel Linux, koleksi program dari proyek GNU (atau proyek lain), shell, dan aturcara utiliti seperti pustaka (libraries), Kompiler, dan Pengedit (editor). Kebanyakan sistem juga menyertakan aturcara dan utiliti yang bukan-GNU, bagaimanapun utiliti tersebut dapat diasingkan dan masih menyediakan sistem ala-Unix. Beberapa contoh adalah aturcara dan utiliti dari BSD dan Sistem grafik-X (X-Window System). X menyediakan Antaramuka Grafik (GUI) yang umum bagi sistem Linux.

Distro Linux (singkatan dari distribusi Linux) adalah sebutan untuk sistem operasi komputer mirip Unix yang menggunakan kernel Linux. Distribusi Linux bisa berupa perangkat lunak bebas dan bisa juga berupa perangkat lunak komersial seperti Red Hat Enterprise, SuSE, dan lain-lain.

Ada banyak distribusi atau distro Linux yang telah muncul. Beberapa bertahan dan besar, bahkan sampai menghasilkan distro turunan, contohnya adalah Distro Debian GNU/Linux. Distro ini telah menghasilkan puluhan distro anak, antara lain Ubuntu, Knoppix, Xandros, DSL, dan sebagainya.

Untuk mendapatkan distro linux, anda dapat mendownloadnya langsung dari situs distributor distro bersangkutan, atau membelinya dari penjual lokal.

CD Linux

CD Linux (maksudnya CD Distro Linux atau CD Sistem Operasi Linux) adalah istilah yang sering digunakan untuk menyebut CD distribusi Linux secara umum.

CD Linux biasanya didapatkan dengan mem-burn/menulis sebuah berkas ISO distro Linux ke CD kosong. CD Linux dapat anda dapatkan gratis ataupun berbayar.

Daftar distribusi Linux

Distribusi-distribusi Linux dapat dikategorikan berdasarkan sistem manajemen paket, bebas dan tidak, tujuan pembuatan, perangkat lunak dasar yang digunakan, dan lain sebagainya.

Distribusi bebas berbasis Debian

Distribusi berbasiskan RPM

Aplikasi Sistem Operasi Linux

Pengguna Linux, yang pada umumnya perlu memasang dan melakukan konfigurasi terhadap sistem sendiri, lebih cenderung mengerti teknologi dibanding pengguna Microsoft Windows atau Mac OS. Mereka sering disebut “hacker” atau “geek”. Namun stereotipe ini semakin berkurang dengan peningkatan sifat ramah-pengguna dan makin luasnya pengguna distribusi Linux. Linux telah membuat pencapaian yang agak baik dalam pasaran komputer server dan komputer tujuan khusus. Contohnya, mesin render gambar, dan server web. Linux juga mulai populer dalam pasaran komputer “desktop”.

Linux merupakan asas kepada kombinasi program-server LAMP, kependekan dari Linux, Apache, MySQL, Perl/PHP,Python. LAMP telah mencapai popularitas yang luas di kalangan pengembang Web.

Linux juga sering digunakan sebagai Sistem Operasi Embeded. Biaya Linux yang murah memungkinkan penggunaannya dalam peralatan seperti Simputer, yaitu komputer biaya rendah yang disasarkan pada penduduk berpendapatan rendah di Negara-negara Berkembang.

Dengan Desktop/Visual Desktop/Desktop Theme seperti KDE dan GNOME, Linux menawarkan Antarmuka Pengguna yang lebih menyerupai Apple Macintosh atau Microsoft Windows daripada Antarmuka Baris teks seperti Unix. Justru itu, lebih banyak program grafik dapat ditemui pada Linux, yang menawarkan berbagai fungsi yang ada pada utiliti komersil.

Pasar serta kemudahan pemakaian

Linux yang pada awalnya hanya merupakan sistem operasi yang digunakan oleh peminat komputer, telah menjadi sistem yang lebih user-friendly, dengan antaramuka grafik yang berbagai macam aplikasi yang lebih mirip sistem operasi lain, daripada baris perintah Unix. Namun kesan ini telah menimbulkan banyak kritikan, termasuk dari pendukung Linux. Mereka berpendapat bahwa Linux dan proyek program bebas masih belum mencapai faktor “ke’mudahan’an dalam pemakaian” yang memuaskan. Persoalan tentang ke’mudah’an Linux dibanding Windows atau Macintosh masih menjadi isu perdebatan yang hangat. Pasaran Linux dalam komputer “desktop” masih agak kecil tapi semakin berkembang. Menurut Lembaga Penyelidikan Pasaran IDC, besar pasaran bagi Linux pada tahun 2002 adalah 25% bagi pasaran server, dan 2.8% bagi pasaran Komputer pribadi.

Bagi mereka yang hanya biasa menggunakan Windows atau Macintosh, Linux mungkin kelihatan lebih sukar disebabkan perbedaan dalam melakukan berbagai kerja komputer. Dan lagi, pengguna perlu menukar program yang sering digunakan, disebabkan program tersebut tidak didapati dalam Linux (atau pilihan yang agak terbatas, misalnya permainan komputer). Faktor lain adalah sifat ragu-ragu pengguna yang merasa susah untuk melepaskan sistem operasi mereka (banyak pengguna masih menggunakan Windows). Selain itu, kebanyakan komputer didatangkan dengan Windows siap pakai (preinstalled). Faktor-faktor ini menyebabkan perkembangan Linux yang agak lambat.

Walau bagaimanapun, kelebihan Linux seperti biaya rendah, sekuritas yang lebih aman, dan tidak bergantung pada vendor, telah meningkatkan penggunaan yang luas di kalangan korporasi dan perkantoran. Dalam situasi ini, halangan yang disebut di atas dapat dikurangi karena hanya aplikasi/utiliti yang terbatas digunakan, serta administrasi dan konfigurasi komputer (administration) dikendalikan oleh sekumpulan pekerja pakar IT yang sedikit.

Terdapat berbagai kajian yang dilakukan terbatas biaya serta ke’mudahan’an Linux. Relevantive, (sebuah lembaga berpusat di Berlin, yang mengkhususkan diri dalam riset lembaga tentang ke’mudahan’an program, serta servis web), telah membuat kesimpulan bahawa ke’dapatpakai’an Linux bagi pekerjaan dengan komputer “desktop” adalah hampir sama dengan Windows XP. Bagaimanapun, kajian oleh IDC (yang dibiayai oleh Microsoft) mengklaim bahwa Linux mempunyai biaya pemilikan (Total Cost of Ownership) yang lebih tinggi dibanding Windows.

Linux juga sering dikritik karena jadwal penembangannya yang tidak dapat diduga. Secara langsung, menyebabkan pengguna Enterprise kurang selesa dengan Linux dibanding sistem operasi lain (Sumber:Marcinkowski, 2003). Pilihan yang banyak dalam hal distribusi Linux juga dikatakan membingungkan konsumer, dan vendor program.

Instalasi

Proses instalasi Linux yang sukar seringkali menjadi penghalang bagi pengguna baru, namun proses ini sekarang menjadi lebih mudah. Dengan penerimaan Linux oleh beberapa pabrikan komputer pribadi besar, komputer terpasang (built up) dengan distribusi Linux banyak tersedia. Selain itu, terdapat juga distribusi Linux yang dapat dijalankan (boot) secara langsung dari cakram optik (CD) tanpa perlu diinstalasi ke cakram keras (hard disk); hal ini dikenal dengan istilah Live CD. Contoh distribusi dalam bentuk Live CD adalah Knoppix/Gnoppix, Kubuntu/Ubuntu dan Gentoo. Saat ini hampir semua distribusi Linux menyediakan versi Live CD untuk produknya. ISO image untuk cakram optik untuk distribusi Linux tersebut biasanya dapat diunduh dari Internet, dibakar ke CD, dan selanjutnya dapat digunakan sebagai CD yang siap untuk proses boot.

Cara Install DHCP Server pada Ubuntu

Maret 7, 2008

Sebelumnya disini diasumsikan bahwa dhcp server yang akan dibuat :

* Menggunakan interface eth0
* Range IP Addres nya : 192.168.0.100 to 192.168.0.200
* Subnet Mask: 255.255.255.0
* DNS Servers: 202.188.0.133, 202.188.1.5
* Domains: tm.net.my
* Gateway Address: 192.168.0.1

Oke, sekarang langsung aja kita mulai!

BismillahirahmanirRahim,

* Pertama-tama install terlebih dahulu dhcp3-server melalui synaptic atau melalui command prompt dengan cara :

sudo apt-get install dhcp3-server

* Lalu kita akan melakukan perubahan pada file tersebut dengan menggunakan gedit, Tetapi sebelum di edit terlebih dahulu backup dulu file aslinya agar kalau rusak bisa dikembalikan ke default

sudo cp /etc/default/dhcp3-server /etc/default/dhcp3-server_backup
gksudo gedit /etc/default/dhcp3-server

* Selanjutnya temukan baris di bawah ini :

INTERFACES=””

lalu ganti baris di atas menjadi seperi baris di bawah ini :

INTERFACES=”eth0″

* Simpanlah file tersebut

* Selanjutnya kita akan melakukan perubahan pada file konfigurasinya, tetapi sebelumnya sperti di atas backup dahulu file tersebut

sudo cp /etc/dhcp3/dhcpd.conf /etc/dhcp3/dhcpd.conf_backup
gksudo gedit /etc/dhcp3/dhcpd.conf

* Temukan baris – baris di bawah ini

# option definitions common to all supported networks…
option domain-name “example.org”;
option domain-name-servers ns1.example.org, ns2.example.org;

default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;

lalu ganti baris-baris di atas menjadi seperi baris di bawah ini :

# option definitions common to all supported networks…
#option domain-name “example.org”;
#option domain-name-servers ns1.example.org, ns2.example.org;

#default-lease-time 600;
#max-lease-time 7200;

* Temukan lagi baris di bawah ini :

# A slightly different configuration for an internal subnet.
#subnet 10.5.5.0 netmask 255.255.255.224 {
# range 10.5.5.26 10.5.5.30;
# option domain-name-servers ns1.internal.example.org;
# option domain-name “internal.example.org”;
# option routers 10.5.5.1;
# option broadcast-address 10.5.5.31;
# default-lease-time 600;
# max-lease-time 7200;
#}

dan ganti baris di atas menjadi seperi baris di bawah ini :

# A slightly different configuration for an internal subnet.
subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.0.100 192.168.0.200;
option domain-name-servers 202.188.0.133, 202.188.1.5;
option domain-name “tm.net.my”;
option routers 192.168.0.1;
option broadcast-address 192.168.0.255;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
}

* Simpan file yang telah diedit tersebut!

* Sekarang restart dhcp server dengan mengetikan perintah di bawah ini:

sudo /etc/init.d/dhcp3-server restart

Setelah kita berhasil melakukan semua hal di atas maka kita telah selesai membuat sebuah DHCP Server pada Ubuntu Feisty. Karena tulisan ini masih menggunakan versi Feisty maka anda silahkan menyesuaikan jika menggunakan Ubuntu versi lainnya..he..he

Memainkan File .rmvb Menggunakan MPlayer

Maret 7, 2008

tulisan ini saya ambil dari:
http://www.simplehelp.net/2007/07/27/how-to-play-rmvb-files-in-ubuntu/
silahkan diartikan sendiri yah :p

This tutorial will take you step by step through installing all of the software necessary to play rmvb (RealMedia Variable Bitrate) files in Ubuntu Linux.

Though the steps and screenshots are specific to Ubuntu, they will likely be similar for other versions of Linux. With that said, be sure to read the MPlayer README file if you’re not using Ubuntu. Similar to some of the other tutorials on Simplehelp, this is almost certainly not the only way to play .rmvb files in Ubuntu, but it’s the easiest way I could find. If you know of a easier method, by all means please feel free to leave a comment.

  1. The first step in playing .rmvb files in Ubuntu is to use the Synaptic Package Manager to install MPlayer. When you mark MPlayer for installation, you’ll be prompted to install additional software packages (if they’re not already installed).
  2. play rmvb files in ubuntu linux
    click to enlarge

  3. After MPlayer has been installed, exit out of the Synaptic Package Manager and visit the MPlayer binary codec download page. Download the codec package for your platform (for example, if you’re using a 32bit Intel or AMD processor, download the Linux x86 package).Save the file to your desktop (or home folder). Once the download has completed, double-click that file. Select the folder to uncompress, and click the Extract button.play rmvb files in ubuntu linux
    click to enlarge
  4. Choose a location to extract the files (your desktop is ideal) and again click Extract.
  5. play rmvb files in ubuntu linux
    click to enlarge

  6. Make sure the files extracted correctly. They’ll be in a folder titled essential-date.
  7. play rmvb files in ubuntu linux

  8. Open up a Terminal by selecting Applications -> Accessories -> Terminal.
  9. play rmvb files in ubuntu linux

  10. Enter the following commands (and your password when prompted):

    cd Desktop
    cd essential-date
    sudo mkdir /usr/lib/win32
    sudo cp * /usr/lib/win32

  11. play rmvb files in ubuntu linux
    click to enlarge

  12. Launch MPLayer by selecting Applications -> Sound & Video -> MPlayer Movie Player. Right-click in the Mplayer – Video window and select Preferences from the menu.
  13. play rmvb files in ubuntu linux

  14. Select the Video tab and change the Available drivers: to x11 X11 (XImage/Shm).
  15. play rmvb files in ubuntu linux
    click to enlarge

  16. Select the Codecs & demuxer tab and change the Video codec family: to RealVideo decoder and the Audio codec family: to FFmpeg/libavcodec audio decoders. When you’re done, click OK and close down MPlayer.
  17. play rmvb files in ubuntu linux
    click to enlarge

  18. Locate one of your .rmvb files, right-click it and select Properties.
  19. play rmvb files in ubuntu linux

  20. Select the Open With tab and change whatever the default is to MPlayer Movie Player. Click Close.
  21. play rmvb files in ubuntu linux
    click to enlarge

  22. Double-click any of your .rmvb files and they should open up in MPlayer and start playing.
  23. play rmvb files in ubuntu linux

var authorId = “C44AE2E4-CB3F-4B3F-AFC5-FF02FEF46803″; var pageOrientation = “1″; var topMargin = “0.5″; var bottomMargin

Install Codec Multimedia di Ubuntu

Maret 7, 2008

Jalankan command line berikut untuk install codec buat player yang terinstall di ubuntu kita. Sebelum menjalankan command line di bawah ini, jangan lupa untuk mengaktifkan tambahan repositori pada ubuntu anda dengan mengakses Sytem–>Administration–>Software Sources. Lalu centang semua seperti gambar di bawah ini.

Setelah ituu baru jalankan command line dibawah ini.

sudo apt-get install gstreamer0.10-plugins-bad gstreamer0.10-ffmpeg gstreamer0.10-fluendo-mp3 gstreamer0.10-plugins-ugly
sudo apt-get install gstreamer0.10-pitfdll gstreamer0.10-ffmpeg gstreamer0.10-plugins-bad gstreamer0.10-plugins-bad-multiverse gstreamer0.10-plugins-ugly gstreamer0.10-plugins-ugly-multiverse

Semoga berhasil…

Membuat Flash Disk sebagai Penggati Live CD Ubuntu 7.10

Maret 7, 2008
Menginstall Ubuntu dari USB FlashDisk.Kelemahan dari cdrom adalah mudah tergores sehingga file² yang tersimpan didalamnya menjadi rusak. Sangat disayangkan jika hal itu terjadi pada cdrom Live CD Ubuntu kita. Dan otomatis kita tidak bisa menjalankan Live CD Ubuntu dong, Sayang kan? Alternatifnya apa?

Jawab: Gunakan usb flash disk minimal 1GB,
kita bisa membuat Live Ubuntu pada flash disk.
Keuntungan cara ini:
(1) data akan berumur panjang selama flah disk tdk rusak.
(2) kecepatan akses flash disk lebih bagus daripada cdrom.

Untuk membuat USB bisa sebagai bootable di perlukan software pembuat bootloader. disini saya menggunakan syslinux untuk membuat USB bootable.

Syslinux ini merupakan utilitas penyedia boot loader pada OS Linux yang dpt bekerja pada sistem file Ext2/Ext3, Fat/Fat32, maupun CDROM. info lengkap disini:
http://www.syslinux.org/

cara instalasi syslinux dari shell:
$ sudo apt-get install syslinux mtools

Setelah proses installasi selesai kemudian mount USB, Biasanya partisi USB ada pada /dev/sdb atau /dev/sdb1, dan di mounting di dalam folder media dengan nama folder usb atau nama label USB tersebut, untuk melihat partisi harddisk dan USB bisa dengan cara :

$ sudo fdisk -l

untuk membuat USB Flsh bisa sebagai bootable dengan syslinux cukup mengetikan perintah ini pada terminal konsole

$ sudo syslinux -s /dev/sdb1

selanjutnya copy semua file yang ada di Live CD Ubuntu 7.10 “Gutsy Ribbon” ke dalam USB

$ sudo cp -rp /media/cdrom/* /dev/sdb1

Setelah proses copy file selesai, ubah nama folder isolinux menjadi syslinux, didalam folder syslinux ganti nama file isolinux.bin dan isolinux.cfg menjadi syslinux.bin dan syslinux.cfg.

Untuk Windows Download file syslinux dari sini , kemudian extrak ke dalam direktori C dengan nama syslinux.

Pada command promt windows masuk ke direktory c\:syslinux\win32, gunakan perintah berikut untuk membuat usb bisa sebagai bootable disk : syslinux -s F: ( asumsi usb drive di F ), kemudian copy semua file di Ubuntu 7.10 Live CD ke dalam USB, sebaiknya gunakan command xcopy /e /h /k d:\*.* f: (D sebagai CDROM).

Selanjutnya USB flash sudah bisa di gunakan sebagai penganti Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon Live CD.

Install DNS Server di Ubuntu

Maret 7, 2008
Langkah-langkah menginstall DNS Server di Ubuntu.1. Install dulu daemon bind nya (software untuk dns di linux adalah bind)
#apt-get install bind9

2. Ganti dns di server lo dengan ip lo, misalnya ip lo 192.168.10.1 caranya:
#nano /etc/resolv.conf
– tulis perintah dibawah berikut –

nameserver 192.168.168.1

– berakhir di atas tulisan ini –
simpan dengan menekan ctrl+x tekan y kemudian enter

3. coba sekarang cek browsing diclient ganti dns 1 nya make ip server lo en dns 2 nya kosongin aja. kalo lo berhasil browsing maka, install dns lo dah sukses.

Cara Buat Domain.
1. setelah buat dns, lanjut dengan mengedit file named.conf
#nano /etc/bind/named.conf

2. dibagian paling bawah tulis konfigurasi berikut:
– mulai nulis di bagian paling bawah –

zone “domainlo.com” IN {
type master;
file “db.domain”;
};

zone “168.168.192.in-addr.arpa” IN {
type master;
file “db.ipadrs”;
};

– berakhir diatas tulisan ini –
simpan dengan menekan ctrl+x tekan y kemudian enter

Ket:
- Untuk bagian zone “domainlo.com” cuma permisalan doang

- Untuk bagian zone “168.168.192.in-addr.arpa” angka disini adalah ip address komputer server yang dibalik. disitu hanya contoh saja. misalnya gini, ip server lo 192.168.168.1 maka diambil tiga angka didepan dan dibalik jadi 168.168.192 . ngerti kan ? jangan dudutz-dudutz amat lah..

3. Pindahkan posisi kita ke folder /var/cache/bind
#cd /var/cache/bind

4. Buat file db.domain
#nano db.domain
– copy kan tulisan dibawah –

; domainlo.com
$TTL 604800
@ IN SOA ns1.domainlo.com. root.domainlo.com. (
2006020201 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800); Negative Cache TTL
;
@ IN NS ns1
IN MX 10 mail
IN A 192.168.168.1
ns1 IN A 192.168.168.1
;mail IN A 192.168.0.2 ; kalo punya server email selain server ini.
www IN A 192.168.168.1
ftp IN A 192.168.168.1 ; ini kalo server lo juga ada ftpnya
;client1 IN A 192.168.168.1 ; We connect to client1 very often.

– berakhir diatas tulisan ini –
simpan dengan menekan ctrl+x tekan y kemudian enter.

5. buat file db.ipadrs
– copy tulisan dibawah –

; domainlo.com
$TTL 604800
@ IN SOA ns1.domainlo.com. root.domainlo.com. (
2006020201 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800); Negative Cache TTL
;
@ IN NS ns1
IN MX 10 mail
ns1 IN PTR 192.168.168.1
1 IN PTR ns1
1 IN PTR ns1.domainlo.com

– berakhir diatas tulisan ini –
simpan make ctrl+x tekan y kemudian enter

ket: Angka 1 pada dua bagian terakhir yang bersebelahan dengan IN adalah angka belakang pada ip address. jadi kalo ip address server lo 192.168.168.10 , maka ditulis 10 . Disini permisalan ip address server kita akhirannya 1.

6. Setting file resolv.conf
#nano /etc/resolv.conf

– tulis bagian dibawah –

search domainlo.com
nameserver 192.168.168.1
domain domainlo.com
domain www.domainlo.com

– berakhir diatas tulisan ini –
simpen dengan ctrl+x tekan y kemudian enter.

7. Buat file options di folder /etc/network
# nano /etc/network/options
– isikan seperti dibawah ini –

ip_forward = yes
spoofprotect = yes
syncookies = no

– berakhir disini –
simpen make ctrl+x tekan y kemudian enter.

8. edit juga file hosts di folder /etc
#nano /etc/hosts

– tambahkan dibawahnya –

192.168.168.1 domainlo.com

– berakhir diatas tulisan ini –
simpen seperti biasa

9. restart program bind dan network nya
#/etc/init.d/bind9 restart
#/etc/init.d/networking restart

10. Test dengan perintah
#dig domainlo.com

Installasi Webmin di Ubuntu

Maret 7, 2008

Webmin adalah aplikasi berbasis web yang diperuntukkan untuk para admin dalam mengelola jaringannya terutama untuk server.
pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan bagaimana cara menginstallasi webmin pada Ubuntu. mengapa ubuntu? Yah karena memang saya sedang melakukan riset dengan Ubuntu, jadi buat teman2 yang menggunakan distro lain, dipersilahkan.

1.Untuk Ubuntu

Pertama-pertama tambahkan line berikut pada /etc/apt/source.list :
deb http://download.webmin.com/download/repository sarge contrib

Setelah itu lakukan upgrade terhadap apt anda.
$ sudo apt-get update

setelah itu lakukan proses instalasi
$ sudo apt-get install webmin

Jika sudah selesai, bukalah browser anda dan ketikkan http://localhost:10000.

Jika gagal cobalah menjalankan webmin secara manual
$ sudo /etc/init.d/webmin start

Jika masih belum bisa ulangilah instalasi sekali lagi:
$ sudo apt-get install webmin

Setelah selesai dan webmin berjalan dengan baik. Cobalah login dengan user root dan password root anda.

2.Untuk Distro lainnya(menggunakan Source)

pastikan bahwa distro linux anda telah terinstall perl5,yang biasanya terletak pada /usr/local/bin/perl atau
/usr/bin/perl, jika belum lakukanlah instalasi perl5 terlebih dahulu. Jika sudah terinstall kedalam sistem ikutilah langkah berikut :

Langkah awal download dahulu file webmin dari http://www.webmin.com
dengan file berextensi .tar.gz

setelah itu lakukanlah extract terhadap file tersebut
root@localhost:/# tar zxvf webmin-1.360.tar.gz
root@localhost:/# cd webmin-1.360

lakukanlah instalasinya
[root@localhost /webmin-1.360]:/# ./setup.sh /usr/local/webmin

yupz jika sudah coba bukalah browser anda dan ketikkan pada addres bar http://localhost:10000

Kemudian Login lah dengan user root dan passwordnya adalah password root pada host anda

Selamat Menikmati kemudahan Webmin

Hello world!

Maret 7, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!